DIAN ANGGINI (11410067)
Pengembangan Media PAI E
Judul Buku :
Media Pembelajaran
Pengarang :
Prof. Dr. Azhar Arsyad, M.A.
Penerbit :
PT Rajagrafindo Persada
Jumlah halaman: 192 halaman
Belajar
merupakan perubahan tingkah laku pada diri seseorang karena terjadinya
interaksi antara seseorang dengan lingkungannya. Dimana proses belajar ini akan
terjadi kapan dan dimana saja sepanjang hidupnya. Belajar bisa dilakukan secara
formal dan non formal. Secara formal, belajar dilakukan disekolah dengan
bimbingan seorang guru. Tugas seorang guru harus mampu menghidupkan proses
belajar dengan menyenangkan dan memudahkan serta efektif dan efisien. Hal ini
guru dituntut untuk menguasai penggunaan media dan fasilitas yang telah
disediakan sekolah dengan baik.
Dalam
bukunya Azhar Arsyad ini dijelaskan bahwa pengertian media menurut Gerlach dan
Ely (1971) mengatakan bahwa media secara garis besar adalah manusia, materi,
atau kejadian yang membangunkondisi yang membuat siswa mampu memperoleh
pengetahuan, keterampilan atau sikap. Jadi guru, buku teks, dan lingkungan
sekolah merupakan media. Secara lebih khusus, media dalam proses belajar
mengajar cenderung diartikan sebagai alat-alat grafis, photografis, atau
elektronis untuk menangkap, memprosesdan menyusun kembali informasi visual atau
verbal. Jadi secara khusus ini media belajar mengajar itu terkait dengan
teknologi pembelajaran. Banyak sekali pengertian media menurut para ahli yang
dijelaskan dalam buku ini, namun inti makna nya hampir sama dari masing-masing
pengertian. Media pembelajaran itu secara umum mempunyai ciri-ciri bahwa media
sebagai hardware (perangkat keras) yaitu benda yang dapat dilihat,
didengar, atau diraba dengan panca indera. Media juga bisa sebagai software (perangkat
lunak) yaitu kandungan pesan yang terdapat dalam perangkat keras yang merupakan
isi yang ingin disampaikan kepada siswa.
Menurut
Bruner (1966: 10-11) ada tiga tingkatan utama modus belajar, yaitu pengalaman
langsung (enactive), pengalaman piktorial/gambar (iconic), dan pengalaman
abstrak (symbolic). Agar proses belajar mengajar dapat berhasil dengan baik,
siswa sebaiknya diajak untuk memanfaatkan semua alat inderanya. Semakin banyak
alat indera yang digunakan untuk mengolah informasi semakin besar kemungkinan
informasi tersebut dimengerti dan dapat dipertahankan dalam ingatan. Salah satu
gambaran yang paling banyak digunakan acuan sebagai landasan teori penggunaan
media dalam proses belajar mengajar adalah Dale’s Cone of Experience
(Kerucut Pengalaman Dale). Kerucut ini merupakan elaborasi rinci dari konsep
tiga tingkatan yang dikemukakan oleh Bruner.
Gerlach
dan Ely juga mengungkapkan tiga ciri media dalam pembelajaran, yaitu ciri
fiksatif, ciri manipulatif, dan ciri distributif. Ciri fiksatif dijelaskan
bahwa ciri ini menggambarkan kemampuan media merekam, menyimpan, melestarikan,
dan merekonstruksi suatu peristiwa atau objek. Suatu peristiwa atau objek dapat
diurut dan disusun kembali dengan media seperti fotografi, video tape, audio
tape, disket komputer, dan film. Sedangkan ciri manipulatif ini merupakan
transformasi suatu kejadian untuk mempersingkat waktu atau proses yang lama
menjadi lebih padat dan singkat. Media yang digunakan seperti rekaman video dan
lainnya. Dan yang terakhir yaitu ciri distributif yang memungkinkan suatu objek
atau kejadian ditransportasikan melalui ruang dan secara bersamaan kejadian
tersebut disajikan kepada sejumlah besar siswa dengan stimulus pengalaman yang
relatif sama dengan kejadian itu.
Dari
uraian di atas, buku ini menyebutkan beberapa manfaat dari media, diantaranya
media dapat memperjelas penyampaian pesan dan informasi, media dapat
mengarahkan perhatian anak, media dapat mengatasi keterbatasan indera, ruang
dan waktu, dan media juga dapat memberikan kesamaan pengalaman kepada siswa
tentang peristiwa yang terjadi di lingkungan mereka.
Berdasarkan
perkembangan teknologi, media pembelajaran dapat dikelompokkan ke dalam empat
kelompok, yaitu media hasil teknologi cetak, media hasil teknologi audio
visual, media hasil teknologi yang berdasarkan komputer, dan media hasil
gabungan teknologi cetak dan komputer. Masing-masing media tersebut mempunyai
kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Teknologi
cetak merupakan cara untuk menghasilkan atau menyampaikan materi, seperti buku
dan materi visual statis. Contohnya buku teks, peta, foto, dan lainnya. Berbeda
dengan teknologi audio visual, audio visual ini digunakan sebagai cara
menghasilkan dan menyampaikan materi dengan menggunakan mesin-mesin mekanis dan
elektronik untuk menyajikan pesan-pesan audio dan visual, seperti proyektor
film, tape recorder, proyektor visual. Sedangkan teknologi berbasis komputer
merupakan cara menghasilkan atau menyampaikan materi dengan menggunakan
sumber-sumber yang berbasis mikro-prosesor. Dan yang terakhir yaitu teknologi
gabungan, merupakan cara untuk menghasilkan dan menyampaikan materi yang
menggabungkan pemakaian beberapa bentuk media yang dikendalikan oleh komputer.
Buku
media pembelajaran ini juga dijelaskan secara rinci kelebihan dan kekurangan
contoh-contoh media pembelajaran, seperti buku cetak atau teks, radio,
televisi, OHP, film dan video, koran, majalah dan lainnya. Azhar menguraikan
dengan jelas dan mudah dipahami.
Pembelajaran
yang efektif memerlukan perencanaan yang baik. Media yang akan digunakan dalam
proses pembelajaran itu juga memerlukan perencanaan yang baik. Heinich, dan
kawan-kawan (1982) mengajukan model perencanaan penggunaan media yang efektif
yang dikenal dengan istilah ASSURE (Analyze leaner characteristic, State
objective, Select, or modify media, Utilize, Require leaner response and
evaluate). Dalam pemilihan media juga harus mempertimbangkan beberapa
faktor, diantaranya hambatan pengembangan dan pembelajaran yang berkaitan
dengan dana, fasilitas, peralatan yang telah tersedia, waktu dan sumber yang
tersedia., persyaratan isi, tugas, dan jenis pembelajaran., hambatan dari sisi
siswa dengan mempertimbangkan kemampuan dan keterampilan awal, seperti membaca,
mengetik, dan menggunakan komputer, dan karakteristik siswa lain.,
mempertimbangan tingkat kesenangan dan keefektifan biaya., kemampuan
mengamodasikan penyajian stimulus yang tepat, respon siswa yang tepat,
kemampuan umpan balik. Adapun kriteria-kriteria pemilihan media yang patut
diperhatikan dalam memilih media diantaranya, sesuai dengan tujuan yang ingin
dicapai, tepat untuk mendukung isi pelajaran yang sifatnya fakta, konsep,
prinsip, atau generalisasi, praktis, luwes dan bertahan, guru terampil
menggunakannya, pengelompokkan sasaran, mutu teknis. Itulah gambaran singkat
yang bisa dijelaskan mengenai pemilihan media dalam buku Azhar ini.
Setelah
membahas pemilihan media, kemudian menuju ke prinsip-prinsip penggunaan dan
pengembangan media pembelajaran. Media pembelajaran yang dibahas tersebut
mengikuti taksonomi Leshin, dan kawan-kawan (1992), yaitu media berbasis
manusia (guru, instruktur, tutor, main peran, kegiatan kelompokdan lainnya),
media berbasis cetakan (buku, penuntun, buku kerja/latihan dan lembaran lepas),
media berbasis visual (buku, chart, grafik, peta, figur/gambar,
transparansi, film bingkai atau slide), media berbasis audio visual
(video, film, slide bersama tape, televisi) dan media berbasis komputer
(pengajaran dengan bantuan komputer dan video interaktif).
Pengembangan
media berbasis visual dalam proses penataannya harus memperhatikan
prinsip-prinsip desain tertentu, yaitu kesedeharanaan, keterpaduan, penekanan,
dan keseimbangan. Unsur yang lain yang perlu dipertimbangkan diantaranya
bentuk, garis, ruang, tekstur dan warna. Contoh dari media visual ini adalah
gambar. Gambar yang dimaksudkan disini seperti foto, lukisan, dan sketsa
(gambar baris). Tujuan utama penampilan berbagai jenis gambar ini adalah untuk
memvisualisasikan konsep yang ingin disampaikan kepada siswa. Contoh yang kedua
yaitu chart dan bagan. Chart mempunyai tujuan pembelajaran yang ditentukan
dengan jelas. Kemudian contoh yang lain yaitu grafik. Grafik menampilkan sajian
visual data angka-angka. Ada empat macam grafik utama, yaitu grafik batang,
grafik garis, grafik lingkaran dan grafik gambar. Dari ke empat grafik
tersebut, grafik yang digunakan ditentukan oleh tingkat kerumitan informasi
yang ingin disajikan dan keterampilan siswa menginterpretasikan grafik. Dalam
buku ini sudah dijelaskan secara lengkap beserta contoh-contoh gambar dari
masing-masing grafik tersebut. Langkah-langkah dalam pembuatannya pun diuraikan
dengan jelas dengan menggunakan bahasa yang komunikatif yang mudah dipahami
para pembaca.
Pengembangan
media yang kedua adalah media berbasis audio dan audio-visual. Media audio dan
audio-visual ini merupakan bentuk media pembelajaran yang murah dan terjangkau
karena dapat dipakai berulang-ulang. Contoh dari media audio adalah tape
recorder. Dengan menggunakan tape recorder ini memudahkan siswa dalam memahami
materi pembelajaran karena dalam diputar kembali jika siswa itu belum paham
dengan materi yang telah disampaikan. Materi audio ini juga dapat digunakan
untuk mengembangkan keterampilan mendengar dan mengevaluasi keterampilan
mendengar dan mengevaluasi apa yang telah di dengar; mengatur dan mempersiapkan
diskusi atau debat dengan mengungkapakan pendapat-pendapat para ahli yang
berada jauh dari lokasi; menjadikan model yang akan ditiru oleh siswa;
menyiapkan variasi yang menarik dan perubahan-perubahan tingkat kecepatan
belajar mengenal suatu pokok bahasan atau sesuatu masalah. Ada beberapa
keuntungan dan kerugian media audio yang dijabarkan dalam buku ini.
Penggunaan
media audio memiliki memiliki beberapa langkah yang harus diperhatikan, seperti
mempersiapkan diri. Dimana guru merencanakan dan menyiapkan diri sebelum
penyajian materi, yaitu dengan memeriksa dan mencobakan materi itu, membuat
catatan tentang hal-hal penting yang tercakup dalam materi audio tersebut. Yang
kedua yaitu membangkitkan kesiapan siswa. Siswa dituntun agar mempunyai
kesiapan awal dengan menjelaskan maksud atau dengan mengajukan
pertanyaan-pertanyaan. Langkah selanjutnya mendengarkan materi audio.
Guru menuntun siswa untuk mendengar materi lebih tenang, memusatkan perhatian
siswa dan membuka pikiran siswa. Yang ke empat yaitu diskusi (membahas)
materi program audio. Setelah siswa selesai mendengarkan materi dalam
audio, guru menuntun siswa untuk berdiskusi membahas apa yang telah di
dengarnya, baik formal maupun non formal. Langkah yang terakhir adalah menindaklanjuti
program. Dengan adanya tindak lanjut, siswa diharapkan termotivasi untuk
belajar lebih mendalam yang bisa dilakukan dengan mencari sumber lain di
perpustakaan ataupun lainnya. Dalam pengambangan media audio ini, masih banyak
yang dijelaskan dalam buku ini, seperti langkah-langkah yang harus ditempuh
agar pembelajaran efektif dengan menggunakan media audio, cara mengevaluasi
dari hasil belajar audio.
Berbeda
dengan media audio, media audio-visual ini lebih memudahkan siswa dalam
kegiatan pembelajaran. Hal ini karena media audio-visual menampilakan gambar
yang bisa dilihat dan suara yang dapat di dengar. Contoh dari media
audio-visual yaitu kombinasi slide dan suara (film bingkai). Media pembelajaran
gabungan slide dan tape ini dapat digunakan pada berbagai lokasi dan untuk
berbagai tujuan pembelajaran yang melibatkan gambar-gambar guna menginformasi
dan mendorong respon emosional. Keefektifan penyajian pembelajaran melalui
multimedia seperti ini harus memperhatikan beberapa faktor, diantaranya
menyajikan konsep-konsep dan gagasan-gagasan satu persatu; menggunakan bidang
penayangan dilayar untuk tujuan-tujuan tertentu dalam penyampaian pesan materi;
menyusun unsur-unsur gambar dan mengatur hubungan unsur-unsur itu; memilih
slide yang berkualitas baik menurut teknis maupun estetis; memilih musik yang
dapat menyentuh perasaan untuk penyajian; menggunakanefek suara asli untuk
memberikan bayang-bayang realisme dalam penyajian; jangan terlalu banyak
narasi, biarkan gambar-gambar yang memberikan informasi atau pesan-pesan; dalam
beberapa hal, penggunaan lebih dari satu suara dalam narasi akan membuat
penyajian lebih dinamis. Itulah beberapa hal yang harus diperhatikan dalam
penggunaan slide dan recorder dalam pembelajaran agar efektif dan efisien.
Pengembangan
media yang ketiga adalah pengembangan media dengan kemajuan dan kecanggihan
jaman yang muncul pada tahun 1950an. Media ini terus berkembang dan semakin
memudahkan manusia dalam kegiatan tertentu. Media ini sering disebut dengan
media teknologi komputer. Penggunaan komputer sebagai media pembelajaran
dikenal dengan nama pembelajaran dengan bantuan komputer Computer-assisted
Instruktion-CAI. Dalam proses belajar CAI digunakan untuk tujuan menyajikan
isi pelajaran, CAI bisa berbentuk tutorial, drills and practice,
simulasi, dan permainan. Program pembelajaran tutorial dengan bantuan komputer
meniru sistem tutor yang dilakukan oleh guru atau instruktur. Sedangkan drills
and practice adalah sebagai latihan untuk mempermahir keterampilan atau
memperkuat penguasaan konsep, seperti menyediakan serangkaian soal atau
pertanyaan yang serupa dengan di buku/lembaran kerja workbook. Untuk
program simulasi dengan bantuan komputer mencoba untuk menyamai proses dinamis
yang terjadi di dunia nyata, seperti siswa menggunakan komputer untuk
mensimulasikan pesawat terbang, menjalankan usaha kecil, dan lainnya. Yang
terakhir adalah permainan instruksional dengan menggabungkan aksi-aksi
permainan video dan keterampilan menggunakan papan ketik pada komputer,
sehingga siswa menjadi terampil mengetik pada komputer.
Pengembangan
media yang terakhir adalah multimedia berbasis komputer berbasis komputer dan
interaktif video. Konsep penggabungan ini memerlukan beberapa jenis peralatan
perangkat keras yang masing-masing tetap menjalankan fungsi utamanya, dan
komputer merupakan pengendali seluruh peralatan itu. Jenis peralatan itu dalah
komputer, video kamera, video cassette recorder, overhead projektor,
multivision, CD player, yang sebelumnya merupakan peralatan tambahan komputer,
sekarang sudah menjadi bagian unit komputer tertentu.
Di akhir
pembahasan dalam buku ini, dijelaskan mengenai evaluasi media pembelajaran.
Tujuan evaluasi media pembelajaran diantaranya, menentukan apakah media
pembelajaran itu efektif; menentukan apakah media itu dapat diperbaiki atau
ditingkatkan; menetapkan apakah media itu cost-effective dilihat dari
hasil belajar siswa; memilih media pembelajaran yang sesuai untuk dipergunakan
dalam proses belajar di dalam kelas; menentukan apakah isi pelajaran sudah
tepat disajikan dengan media itu; menilai kemampuan guru menggunakan media
pembelajaran; mengetahui apakah media pembelajaran itu benar-benar memberi
sumbangan terhadap hasil belajar seperti yang dinyatakan; dan mengetahui sikap
siswa terhadap media pembelajaran. Untuk tujuan praktisnya, dalam buku ini
disajikan daftar cek untuk mereview dan mengevaluasi program dan media
pembelajaran dengan format yang sering digunakan oleh guru di kelas, antara
lain media gambar diam, media grafis, media visual yang diproyeksikan, media
film dan televisi, dan komputer. Azhar merincikan daftar evaluasi media
pembelajaran sebagai contoh untuk mempermudah bagi guru dalam mengevaluasi
media yang digunakan dalam proses belajar mengajar.
The Biggest Online Casino Site in India
BalasHapusonline casino luckyclub sites in India · Microgaming Casino · Microgaming · Betsoft Casino · Paddy Power · NetEnt · Playtech Casino · Playtech.