Minggu, 12 Januari 2014

Nilai-nilai Pendidikan dalam Film DENIAS




Nilai-nilai Pendidikan dalam Film Denias, diantaranya:
1.    Optimisme, Denias bersungguh-sungguh dalam belajar dan meraih cita-citanya. Dia yakin bias mengubah hidupnya dengan pendidikan.
2.    Bakti terhadap orang tua, Denias selalu mengikuti nasehat ibunya. Seperti “ Gunung akan memakan orang yang nakal” maksud dari kata tersebut supaya Denias berusaha untuk selalu menjadi orang baik.
3.    Kerja sama, saling membantu dan gotong royong yang dilakukan Denias dan teman-temannya dalam membangun sebuah rumah untuk bersama.
4.    Pantang menyerah, dilihat dari sifat Denias yang pantang menyerah untuk belajar di sekolah. Walaupun diperlakukan tidak baik oleh teman-teman di sekolah, namun Denias tetap ingin belajar di Sekolah.
5.    Pemaaf, sifat Denias yang pemaaf dan tanpa dendam kepada teman-temannya yang telah berbuat jahat kepadanya.
6.    Simpati dan Empati seorang guru, kepedulian dan perhatian seorang guru kepada muridnya (Denias). Seperti yang dilakukan Pak Leo yang selalu memotivasu untuk terus belajar dan mengejar cita-citanya. Dan guru yang di kota yang berusaha untuk membantu Denias supaya bias belajar di sekolah yang di ajarnya.
7.    Nasionalisme, Denias dan teman-temannya bangga dengan seragam merah putihnya. Mereka memakai seragam merah putig yang baru di beri sampai tidur. Begitu bangganya mereka menjadi warga Indonesia.

Review Buku Media Pembelajaran



DIAN ANGGINI (11410067)
Pengembangan Media PAI E



REVIEW BUKUbuku.jpg
Judul Buku      : Media Pembelajaran             
Pengarang       : Prof. Dr. Azhar Arsyad, M.A.
Penerbit           : PT Rajagrafindo Persada
Jumlah halaman: 192  halaman
Belajar merupakan perubahan tingkah laku pada diri seseorang karena terjadinya interaksi antara seseorang dengan lingkungannya. Dimana proses belajar ini akan terjadi kapan dan dimana saja sepanjang hidupnya. Belajar bisa dilakukan secara formal dan non formal. Secara formal, belajar dilakukan disekolah dengan bimbingan seorang guru. Tugas seorang guru harus mampu menghidupkan proses belajar dengan menyenangkan dan memudahkan serta efektif dan efisien. Hal ini guru dituntut untuk menguasai penggunaan media dan fasilitas yang telah disediakan sekolah dengan baik.
Dalam bukunya Azhar Arsyad ini dijelaskan bahwa pengertian media menurut Gerlach dan Ely (1971) mengatakan bahwa media secara garis besar adalah manusia, materi, atau kejadian yang membangunkondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan atau sikap. Jadi guru, buku teks, dan lingkungan sekolah merupakan media. Secara lebih khusus, media dalam proses belajar mengajar cenderung diartikan sebagai alat-alat grafis, photografis, atau elektronis untuk menangkap, memprosesdan menyusun kembali informasi visual atau verbal. Jadi secara khusus ini media belajar mengajar itu terkait dengan teknologi pembelajaran. Banyak sekali pengertian media menurut para ahli yang dijelaskan dalam buku ini, namun inti makna nya hampir sama dari masing-masing pengertian. Media pembelajaran itu secara umum mempunyai ciri-ciri bahwa media sebagai hardware (perangkat keras) yaitu benda yang dapat dilihat, didengar, atau diraba dengan panca indera. Media juga bisa sebagai software (perangkat lunak) yaitu kandungan pesan yang terdapat dalam perangkat keras yang merupakan isi yang ingin disampaikan kepada siswa.
Menurut Bruner (1966: 10-11) ada tiga tingkatan utama modus belajar, yaitu pengalaman langsung (enactive), pengalaman piktorial/gambar (iconic), dan pengalaman abstrak (symbolic). Agar proses belajar mengajar dapat berhasil dengan baik, siswa sebaiknya diajak untuk memanfaatkan semua alat inderanya. Semakin banyak alat indera yang digunakan untuk mengolah informasi semakin besar kemungkinan informasi tersebut dimengerti dan dapat dipertahankan dalam ingatan. Salah satu gambaran yang paling banyak digunakan acuan sebagai landasan teori penggunaan media dalam proses belajar mengajar adalah Dale’s Cone of Experience (Kerucut Pengalaman Dale). Kerucut ini merupakan elaborasi rinci dari konsep tiga tingkatan yang dikemukakan oleh Bruner.
Gerlach dan Ely juga mengungkapkan tiga ciri media dalam pembelajaran, yaitu ciri fiksatif, ciri manipulatif, dan ciri distributif. Ciri fiksatif dijelaskan bahwa ciri ini menggambarkan kemampuan media merekam, menyimpan, melestarikan, dan merekonstruksi suatu peristiwa atau objek. Suatu peristiwa atau objek dapat diurut dan disusun kembali dengan media seperti fotografi, video tape, audio tape, disket komputer, dan film. Sedangkan ciri manipulatif ini merupakan transformasi suatu kejadian untuk mempersingkat waktu atau proses yang lama menjadi lebih padat dan singkat. Media yang digunakan seperti rekaman video dan lainnya. Dan yang terakhir yaitu ciri distributif yang memungkinkan suatu objek atau kejadian ditransportasikan melalui ruang dan secara bersamaan kejadian tersebut disajikan kepada sejumlah besar siswa dengan stimulus pengalaman yang relatif sama dengan kejadian itu.
Dari uraian di atas, buku ini menyebutkan beberapa manfaat dari media, diantaranya media dapat memperjelas penyampaian pesan dan informasi, media dapat mengarahkan perhatian anak, media dapat mengatasi keterbatasan indera, ruang dan waktu, dan media juga dapat memberikan kesamaan pengalaman kepada siswa tentang peristiwa yang terjadi di lingkungan mereka.
Berdasarkan perkembangan teknologi, media pembelajaran dapat dikelompokkan ke dalam empat kelompok, yaitu media hasil teknologi cetak, media hasil teknologi audio visual, media hasil teknologi yang berdasarkan komputer, dan media hasil gabungan teknologi cetak dan komputer. Masing-masing media tersebut mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Teknologi cetak merupakan cara untuk menghasilkan atau menyampaikan materi, seperti buku dan materi visual statis. Contohnya buku teks, peta, foto, dan lainnya. Berbeda dengan teknologi audio visual, audio visual ini digunakan sebagai cara menghasilkan dan menyampaikan materi dengan menggunakan mesin-mesin mekanis dan elektronik untuk menyajikan pesan-pesan audio dan visual, seperti proyektor film, tape recorder, proyektor visual. Sedangkan teknologi berbasis komputer merupakan cara menghasilkan atau menyampaikan materi dengan menggunakan sumber-sumber yang berbasis mikro-prosesor. Dan yang terakhir yaitu teknologi gabungan, merupakan cara untuk menghasilkan dan menyampaikan materi yang menggabungkan pemakaian beberapa bentuk media yang dikendalikan oleh komputer.
Buku media pembelajaran ini juga dijelaskan secara rinci kelebihan dan kekurangan contoh-contoh media pembelajaran, seperti buku cetak atau teks, radio, televisi, OHP, film dan video, koran, majalah dan lainnya. Azhar menguraikan dengan jelas dan mudah dipahami.
Pembelajaran yang efektif memerlukan perencanaan yang baik. Media yang akan digunakan dalam proses pembelajaran itu juga memerlukan perencanaan yang baik. Heinich, dan kawan-kawan (1982) mengajukan model perencanaan penggunaan media yang efektif yang dikenal dengan istilah ASSURE (Analyze leaner characteristic, State objective, Select, or modify media, Utilize, Require leaner response and evaluate). Dalam pemilihan media juga harus mempertimbangkan beberapa faktor, diantaranya hambatan pengembangan dan pembelajaran yang berkaitan dengan dana, fasilitas, peralatan yang telah tersedia, waktu dan sumber yang tersedia., persyaratan isi, tugas, dan jenis pembelajaran., hambatan dari sisi siswa dengan mempertimbangkan kemampuan dan keterampilan awal, seperti membaca, mengetik, dan menggunakan komputer, dan karakteristik siswa lain., mempertimbangan tingkat kesenangan dan keefektifan biaya., kemampuan mengamodasikan penyajian stimulus yang tepat, respon siswa yang tepat, kemampuan umpan balik. Adapun kriteria-kriteria pemilihan media yang patut diperhatikan dalam memilih media diantaranya, sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai, tepat untuk mendukung isi pelajaran yang sifatnya fakta, konsep, prinsip, atau generalisasi, praktis, luwes dan bertahan, guru terampil menggunakannya, pengelompokkan sasaran, mutu teknis. Itulah gambaran singkat yang bisa dijelaskan mengenai pemilihan media dalam buku Azhar ini.
Setelah membahas pemilihan media, kemudian menuju ke prinsip-prinsip penggunaan dan pengembangan media pembelajaran. Media pembelajaran yang dibahas tersebut mengikuti taksonomi Leshin, dan kawan-kawan (1992), yaitu media berbasis manusia (guru, instruktur, tutor, main peran, kegiatan kelompokdan lainnya), media berbasis cetakan (buku, penuntun, buku kerja/latihan dan lembaran lepas), media berbasis visual (buku, chart, grafik, peta, figur/gambar, transparansi, film bingkai atau slide), media berbasis audio visual (video, film, slide bersama tape, televisi) dan media berbasis komputer (pengajaran dengan bantuan komputer dan video interaktif).
Pengembangan media berbasis visual dalam proses penataannya harus memperhatikan prinsip-prinsip desain tertentu, yaitu kesedeharanaan, keterpaduan, penekanan, dan keseimbangan. Unsur yang lain yang perlu dipertimbangkan diantaranya bentuk, garis, ruang, tekstur dan warna. Contoh dari media visual ini adalah gambar. Gambar yang dimaksudkan disini seperti foto, lukisan, dan sketsa (gambar baris). Tujuan utama penampilan berbagai jenis gambar ini adalah untuk memvisualisasikan konsep yang ingin disampaikan kepada siswa. Contoh yang kedua yaitu chart dan bagan. Chart mempunyai tujuan pembelajaran yang ditentukan dengan jelas. Kemudian contoh yang lain yaitu grafik. Grafik menampilkan sajian visual data angka-angka. Ada empat macam grafik utama, yaitu grafik batang, grafik garis, grafik lingkaran dan grafik gambar. Dari ke empat grafik tersebut, grafik yang digunakan ditentukan oleh tingkat kerumitan informasi yang ingin disajikan dan keterampilan siswa menginterpretasikan grafik. Dalam buku ini sudah dijelaskan secara lengkap beserta contoh-contoh gambar dari masing-masing grafik tersebut. Langkah-langkah dalam pembuatannya pun diuraikan dengan jelas dengan menggunakan bahasa yang komunikatif yang mudah dipahami para pembaca.
Pengembangan media yang kedua adalah media berbasis audio dan audio-visual. Media audio dan audio-visual ini merupakan bentuk media pembelajaran yang murah dan terjangkau karena dapat dipakai berulang-ulang. Contoh dari media audio adalah tape recorder. Dengan menggunakan tape recorder ini memudahkan siswa dalam memahami materi pembelajaran karena dalam diputar kembali jika siswa itu belum paham dengan materi yang telah disampaikan. Materi audio ini juga dapat digunakan untuk mengembangkan keterampilan mendengar dan mengevaluasi keterampilan mendengar dan mengevaluasi apa yang telah di dengar; mengatur dan mempersiapkan diskusi atau debat dengan mengungkapakan pendapat-pendapat para ahli yang berada jauh dari lokasi; menjadikan model yang akan ditiru oleh siswa; menyiapkan variasi yang menarik dan perubahan-perubahan tingkat kecepatan belajar mengenal suatu pokok bahasan atau sesuatu masalah. Ada beberapa keuntungan dan kerugian media audio yang dijabarkan dalam buku ini.
Penggunaan media audio memiliki memiliki beberapa langkah yang harus diperhatikan, seperti mempersiapkan diri. Dimana guru merencanakan dan menyiapkan diri sebelum penyajian materi, yaitu dengan memeriksa dan mencobakan materi itu, membuat catatan tentang hal-hal penting yang tercakup dalam materi audio tersebut. Yang kedua yaitu membangkitkan kesiapan siswa. Siswa dituntun agar mempunyai kesiapan awal dengan menjelaskan maksud atau dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan. Langkah selanjutnya mendengarkan materi audio. Guru menuntun siswa untuk mendengar materi lebih tenang, memusatkan perhatian siswa dan membuka pikiran siswa. Yang ke empat yaitu diskusi (membahas) materi program audio. Setelah siswa selesai mendengarkan materi dalam audio, guru menuntun siswa untuk berdiskusi membahas apa yang telah di dengarnya, baik formal maupun non formal. Langkah yang terakhir adalah menindaklanjuti program. Dengan adanya tindak lanjut, siswa diharapkan termotivasi untuk belajar lebih mendalam yang bisa dilakukan dengan mencari sumber lain di perpustakaan ataupun lainnya. Dalam pengambangan media audio ini, masih banyak yang dijelaskan dalam buku ini, seperti langkah-langkah yang harus ditempuh agar pembelajaran efektif dengan menggunakan media audio, cara mengevaluasi dari hasil belajar audio.
Berbeda dengan media audio, media audio-visual ini lebih memudahkan siswa dalam kegiatan pembelajaran. Hal ini karena media audio-visual menampilakan gambar yang bisa dilihat dan suara yang dapat di dengar. Contoh dari media audio-visual yaitu kombinasi slide dan suara (film bingkai). Media pembelajaran gabungan slide dan tape ini dapat digunakan pada berbagai lokasi dan untuk berbagai tujuan pembelajaran yang melibatkan gambar-gambar guna menginformasi dan mendorong respon emosional. Keefektifan penyajian pembelajaran melalui multimedia seperti ini harus memperhatikan beberapa faktor, diantaranya menyajikan konsep-konsep dan gagasan-gagasan satu persatu; menggunakan bidang penayangan dilayar untuk tujuan-tujuan tertentu dalam penyampaian pesan materi; menyusun unsur-unsur gambar dan mengatur hubungan unsur-unsur itu; memilih slide yang berkualitas baik menurut teknis maupun estetis; memilih musik yang dapat menyentuh perasaan untuk penyajian; menggunakanefek suara asli untuk memberikan bayang-bayang realisme dalam penyajian; jangan terlalu banyak narasi, biarkan gambar-gambar yang memberikan informasi atau pesan-pesan; dalam beberapa hal, penggunaan lebih dari satu suara dalam narasi akan membuat penyajian lebih dinamis. Itulah beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penggunaan slide dan recorder dalam pembelajaran agar efektif dan efisien.
Pengembangan media yang ketiga adalah pengembangan media dengan kemajuan dan kecanggihan jaman yang muncul pada tahun 1950an. Media ini terus berkembang dan semakin memudahkan manusia dalam kegiatan tertentu. Media ini sering disebut dengan media teknologi komputer. Penggunaan komputer sebagai media pembelajaran dikenal dengan nama pembelajaran dengan bantuan komputer Computer-assisted Instruktion-CAI. Dalam proses belajar CAI digunakan untuk tujuan menyajikan isi pelajaran, CAI bisa berbentuk tutorial, drills and practice, simulasi, dan permainan. Program pembelajaran tutorial dengan bantuan komputer meniru sistem tutor yang dilakukan oleh guru atau instruktur. Sedangkan drills and practice adalah sebagai latihan untuk mempermahir keterampilan atau memperkuat penguasaan konsep, seperti menyediakan serangkaian soal atau pertanyaan yang serupa dengan di buku/lembaran kerja workbook. Untuk program simulasi dengan bantuan komputer mencoba untuk menyamai proses dinamis yang terjadi di dunia nyata, seperti siswa menggunakan komputer untuk mensimulasikan pesawat terbang, menjalankan usaha kecil, dan lainnya. Yang terakhir adalah permainan instruksional dengan menggabungkan aksi-aksi permainan video dan keterampilan menggunakan papan ketik pada komputer, sehingga siswa menjadi terampil mengetik pada komputer.
Pengembangan media yang terakhir adalah multimedia berbasis komputer berbasis komputer dan interaktif video. Konsep penggabungan ini memerlukan beberapa jenis peralatan perangkat keras yang masing-masing tetap menjalankan fungsi utamanya, dan komputer merupakan pengendali seluruh peralatan itu. Jenis peralatan itu dalah komputer, video kamera, video cassette recorder, overhead projektor, multivision, CD player, yang sebelumnya merupakan peralatan tambahan komputer, sekarang sudah menjadi bagian unit komputer tertentu.
Di akhir pembahasan dalam buku ini, dijelaskan mengenai evaluasi media pembelajaran. Tujuan evaluasi media pembelajaran diantaranya, menentukan apakah media pembelajaran itu efektif; menentukan apakah media itu dapat diperbaiki atau ditingkatkan; menetapkan apakah media itu cost-effective dilihat dari hasil belajar siswa; memilih media pembelajaran yang sesuai untuk dipergunakan dalam proses belajar di dalam kelas; menentukan apakah isi pelajaran sudah tepat disajikan dengan media itu; menilai kemampuan guru menggunakan media pembelajaran; mengetahui apakah media pembelajaran itu benar-benar memberi sumbangan terhadap hasil belajar seperti yang dinyatakan; dan mengetahui sikap siswa terhadap media pembelajaran. Untuk tujuan praktisnya, dalam buku ini disajikan daftar cek untuk mereview dan mengevaluasi program dan media pembelajaran dengan format yang sering digunakan oleh guru di kelas, antara lain media gambar diam, media grafis, media visual yang diproyeksikan, media film dan televisi, dan komputer. Azhar merincikan daftar evaluasi media pembelajaran sebagai contoh untuk mempermudah bagi guru dalam mengevaluasi media yang digunakan dalam proses belajar mengajar.





Senin, 06 Januari 2014

RPP (Pendekatan Sainstifik)



Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
Disusun guna memenuhi tugas SKI & Pembelajarannya
Dosen pengampu : Dr. Muqowim




Di susun Oleh:
Dian Anggini (11410067)
PAI V C


PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA
YOGYAKARTA
2013


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Nama Sekolah                    :    MTs Nurul Ilmi
Mata Pelajaran                   :    Sejarah Kebudayaan Islam
Tema                                   :    Khulafaur Rasyidin
Subtema                              :    Prestasi yang dicapai oleh Abu Bakar As-Siddiq dan Umar bin Khattab
Kelas/Semester                   :    VII/ Genap

A.      Materi Pokok
Prestasi-prestasi yang dicapai oleh Abu Bakar As-Siddiq dan Umar Bin Khattab

B.       Alokasi Waktu               
1 x 40 menit pelajaran

C.      Tujuan Pembelajaran
1. Dengan metode ceramah siswa mampu menjelaskan makna Khulaur Rasyidin
2. Dengan metode lempar bola pertanyaan siswa mampu menyebutkan prestasi yang dicapai oleh Abu Bakar As-Siddiq dan Umar Bin Khattab.
3. Dengan metode diskusi dan main map siswa mampu menceritakan kembali prestasi yang dicapai oleh Abu Bakar As-Siddiq dan Umar Bin Khattab dengan menghubungkan pada pemerintahan sekarang.

D.      Kompetensi Dasar         
3.12 Menceritakan berbagai prestasi yang dicapai oleh Abu Bakar As-Siddiq dan Umar Bin Khattab

E.       Indikator Pencapaian Kompetensi
3.12.1 Menjelaskan pengertian Khulaur Rasyidin
3.12.2 Menyebutkan berbagai prestasi yang dicapai oleh Abu Bakar As-Siddiq dan Umar Bin Khattab
3.12.2 Menceritakan kembali berbagai prestasi yang dicapai oleh Abu Bakar As-Siddiq dan Umar Bin Khattab dengan menghubungkan pada pemerintahan sekarang.

F.       Materi Pembelajaran
Khulafaur Rasyidin berasal dari kata khulafa dan ar-rasyidin. Kata khulafa merupakan jamak dari kata khalifah yang berarti pengganti. Adapun kata ar-rasyidin berarti mendapat petunjuk. Dengan demikian, Khulafaur Rosyidin memiliki arti Para Pengganti yang mendapat petunjuk. Khulafaur Rasyidin terdiri dari empat sahabat utama Nabi Muhammad saw, yaitu Abu Bakar as-sidiq, Umar bin Khattab, Usman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib.
Setelah Nabi Muhammad saw. Wafat, mereka menjadi contoh utama dalam menghayati dan mengamalkan ajaran Islam. Mereka melaksanakan prinsip-prinsip Pemerintahan Islam dengan baik. Masa pemerintahan mereka merupakan gambaran yang paling tepat bagi pelaksanaan hukum dan pemerintahan Islam.Beberapa prestasi yang dicapai oleh khulafaur rasyidin diantaranya:
1.         Masa Khalifah Abu Bakar as-siddiq
Pada masa kepemimpinannya, Khalifah Abu Bakar as-Siddiq melakukan beberapa usaha dan mencapai beberapa prestasi sebagai berikut:
a.       Memerangi Kaum Murtad
Beberapa masalah yang muncul pada saat itu diantaranya suku Arab yang berasal dari HIjaz dan Nejed menyatakan murtad atau membangkang pada khalifah yang baru, menolak membayar zakat walaupun tidak menolak islam secara utuh. Menghadapi gerakan tersebut, Khalifah Abu Bakar as-sidiq bersikap tegas. Ketegasannya itu tersirat dalam satu ucapannya, yaitu “Jika saja zakat itu hanya seutas tali unta dan mereka tidak mau menunaikannya, niscaya tetap aku perangi mereka”. Khalifah Abu Bakar tetap berpesan kepada para panglimanya untuk mengadakan pendekatan secara persuasif atau damai.
b.      Kodifikasi Al Qur’an
Hasil karya masa Khalifah Abu Bakar as-Siddiq yang masih dapat kita rasakan hingga sekarang adalah adanya mushaf Al-Qur’an. Ketika itu Al-Qur’an tertulis dalam berbagai benda yang berserakan diberbagai tempat. Usaha ini dilaksanakan atas saran Umar bin Khattab yang saat itu menjadi penasihat utama Khalifah Abu Bakar as-Siddiq. Khalifah Abu Bakar bersedia mewujudkan pengumpulan ayat-ayat Al-Qur’an. Beliau menunjuk Zaid bin Sabit sebagai pemimpin  proyek mulia itu. Zaid bin Sabit adalah sekretaris Rosulullah saw. semasa hidupnya. Jika ada wahyu yang turun, Zaid bin Sabit menulisnya dengan bimbingan Rasulullah saw. Wahyu tersebut kemudian dihafalkan oleh para sahabat. Selain itu, ada juga sahabat yang menyalinnya dipelepah kurma, bebatuan, atau tulang belulang. Merka kemudian mengajarkannya kepada umat islam didaerah lain.
c.       Perluasan Wilayah Islam
Abu Bakar berupaya memperluas wilayah kekuasaan Islam ke daerah Syria yang berada dibawah kekuasaan bangsa Romawi Timur dibawah pimpinan Kaisar Heraclius, dengan menugaskan empat panglima perang, yaitu:
  Zaid bin Abu Sofyan ke Damaskus.
  Amru bin Ash ke Palestina;
  Syurahbil bin Hasanah ke Yordania;
  Abu Ubaidah bin Jarrah ke Hims
2.         Masa Khalifah Umar bin Khattab
Melanjutkan perluasan dan pengembangan islam ke Persia yang telah memulai sejak masa khalifah abu bakar.pasukan islamyang menuju Persia ini berada di bawah pimpinan panglima Saad ibn Abi Waqqas. Dalam perkembangan berikut nya berturut turut dapat di taklukkan beberapa kota,seperti kadisia18H/639M,kota jalula tahun 17H/638M,madain tahun 18H/639M,dan nahawand tahun 21H/642M.
a.    Perluasan wilayah
Meskipun pengembangan dakwah islam dan perluasan wilayah sudah di lakukan sejak masa khalifah abu bakar as_siddiq,para ahli sejarah menyatakan bahwa imperium islam sesungguh nya berdiri pada masa khalifah umar bin khattab.pada masa itu,perluasan islam terjadi secara besar besaran dan dikenal sebagai periode futuhat al_islamyyah.secara berturut turut,pasukan islam berhasil menguasai suriah,Persia dan mesir.
b.    Menata Administrasi dan Keuangan Pemerintahan
Pada masa pemerintahannya, Khalifah Umar bin Khattab membentuk Baitul Mal dan Dewan Perang. Baitul mal bertugas mengurusi keuangan negera. Keluar masuknya keungan, baik dipusat maupun di provinsi-provinsi diawasi dengan ketat. Adapun Dewan Perang bertugas mencatat administrasi ketentaraan.
c.    Penetapan Kalender Hijriah
Khalifah Umar bin Khattab menetapkan permulaan tahun Islam adalah pada saat Nabi Muhammad saw hijrah dari Mekah ke Madinah. Hal itu disebabkan hijrah merupakan titik balik kemenangan Islam. Hijrah juga menandai dua periode dakwah Islam. Periode dakwah sebelum Nabi hijrah disebut periode Mekah, sedangkan periode setelah beliau hijrah disebut periode Madinah. Demikian pula pembagian surat-surat Al-Qur’an yang turun sebelum hijrah disebut surat-surat makiyyah, sedangkan surat-surat yang turun setelah beliau hijrah disebut surat Madaniyah.

G.      MetodePembelajaran
Metode:
1.    TanyaJawab
2.    Main Map dan lempar bola
3.    Diskusi

H.      Media Pembelajaran
Gambar/ Kartun
Kertas Plano
Spidol

I.         Sumber Belajar
Buku SKI kelas VII MTs
Buku LKS untuk MTs kelas VII
Internet



J.        Langkah-langkah Pembelajaran
No.
Kegiatan
Waktu
1.
Pendahuluan
a.     Membuka pembelajaran dengan dengan salam dan berdo’abersama dipimpin oleh salah seorang peserta didik dengan penuh khidmat;
b.     Memulai pembelajaran dengan membaca al-Qur’an surah pendek pilihan dengan lancar dan benar (nama surat sesuai dengan program pembiasaan yang ditentukan sebelumnya);
c.     Memperlihatkan kesiapan diri dengan mengisi lembar kehadiran dan memeriksa kerapihan pakaian, posisi dan tempat duduk disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran;
d.    Guru menyapa peserta didik dengan memperkenalkan diri kepada peserta didik.
e.    Mengajukan pertanyaan secara komunikatif berkaitan dengan tema Khulafaur Rasyidin.
f.      Menyampaikan kompetensi dasar dan tujuan yang akan dicapai;
g.     Menyampaikan tahapan kegiatan yang meliputi kegiatan mengamati, menyimak, menanya, berdiskusi, mengkomunikasikan dengan menyampailan, menanggapi dan membuat kesimpulan hasil diskusi

10 menit
2.
Kegiatan Inti
a.    Mengamati
·      Mengamati gambar kartun tentang pemerintahan sekarang (presiden) yang berhubungan dengan Khulafaur Rasyidin
·      Menyimak penjelasan guru tentang Khulaur Rasyidin
·      Mengamati penjelasan guru tentang prestasi yang dicapai oleh Abu Bakar as-Siddiq dan Umar bin Khattab.

b.   Menanya
·      Melalui permainan lempar bola siswa yang mendapat bola, mengajukan pertanyaan tentang prestasi yang dicapai oleh Abu Bakar As-Siddiq dan Umar Bin Khattab.
·      Siswa yang di lempari bola, menjawab pertanyaan yang diajukan oleh teman yang melempar bola. Begitu seteerusnya.

c.    Eksperimen/Explore
·         Secara berkelompok mendiskusikan prestasi yang dicapai oleh Abu Bakar As-Siddiq dan Umar Bin Khattab

d.   Asosiasi
·      Diskusi kelompok tentang prestasi yang dicapai oleh Abu Bakar As-Siddiq dan Umar Bin Khattab
·      Menghubungkan prestasi yang dicapai oleh Abu Bakar As-Siddiq dan Umar Bin Khattab dalam pemerintahan sekarang.

e.    Komunikasi.
·      Menyampaikan hasil diskusi tentang prestasi yang dicapai oleh Abu Bakar As-Siddiq dan Umar Bin Khattab dengan main map
·      Menanggapi hasil presentasi (melengkapi, mengkonfirmasi, menyanggah)
·      Membuat kesimpulan dibantu dan dibimbing guru


25 menit
3.
Penutup
a.  Melaksanakan penilaian dan refleksi dengan mengajukan pertanyaan atau tanggapan peserta didik dari kegiatan yang telah dilaksanakan sebagai bahan masukan untuk perbaikan langkah selanjutnya;
b. Merencanakan kegiatan tindak lanjut dengan memberikan tugas baik cara individu maupun kelompok bagi peserta didik yang menguasai materi;
c.  Menyampaikan rencana pembelajaran pada per­temuan berikutnya.

5 menit

K.      Penilaian Hasil Pembelajaran
Penilaian terhadap proses dan hasil pembelajaran dilakukan oleh guru untuk mengukur tingkat pencapaian kompetensi siswa. Hasil penilaian digunakan sebagai bahan penyusunan laporan kema­juan hasil belajar dan memperbaiki proses pembelajaran.

Tugas
·      Menceritakan kembali tentang prestasi yang dicapai oleh Abu Bakar As-Siddiq dan Umar Bin Khattab

Observasi
·      Mengamati pelaksanaan diskusi dengan menggunakan lembar observasi terkait dengan
-       sikap yang ditunjukkan siswa terkait dengan tanggung jawabnya terhadap pelaksanaan jalannya diskusi dan kerja kelompok
-       menceritakan (mempresentasikan)  hasil diskusi tentang prestasi yang dicapai oleh Abu Bakar As-Siddiq dan Umar Bin Khattab yang dihubungkan dengan pemerintahan sekarang.

Portofolio
·      Membuat paparan tentang pemerintahan sekarang dengan melihat pemerintahan pada masa Khulaur Rasyidin.

Tes
·      Tes tertulis
Menjawab soal yang telah disediakan oleh guru. *Terlampir

Guru melakukan penilaian terhadap peserta didik dalam kegiatan diskusi dan presentasi pada kolom dibawah ini:
Rubrik Penilaian
No.
Aspek
*Nilai
1
2
3
4
1
Kesesuaian materi




2
Kontekstualisasi




3
Keaktifan




4
Kekreatifan




Catatan :
*4 =  SangatBaik               3 =  Baik
  2 =  Sedang                      1 =  Kurangbaik
RentangSkor   = Skor Maksimal – Skor Minimal
              =  16 - 4
              =  12/4
              =  3
MK        =   14 - 16
MB        =   11 - 13
MT         =   7 - 10
BT         =   4 -   6

Keterangan:         
BT     :    Belum Terlihat (apabila peserta didik belum memperlihatkan tanda-tanda awal perilaku yang dinyatakan dalam indikator).
MT    :    Mulai Terlihat (apabila peserta didik sudah mulai memperlihatkan adanya tanda-tanda awal perilaku yang dinyatakan dalam indikator tetapi belum konsisten).
MB   :    Mulai Berkembang (apabila peserta didik sudah memperlihatkan berbagai tanda perilaku yang dinyatakan dalam indikator dan mulai konsisten).
MK   :    Membudaya (apabila peserta didik terus menerus memperlihatkan perilaku yang dinyatakan dalam indikator secara  konsisten).
Gurudapat mengembangkan soal berikut rubrik dan penskorannya sesuai dengan kebutuhan peserta didik.


Mengetahui,
Kepala MTs Nurul Ilmi


Anji Fathunaja, M. Pd.I
NIP. 10410075
Yogyakarta, 22 November 2013

Guru Mata Pelajaran SKI


Dian Anggini, S. Pd.I
NIP. 11410067


Lampiran Soal

Pilihan ganda
1.      Setelah Nabi Muhammad saw. wafat maka dipilihlah Khulafaur Rasyidin yang mengandung arti ….
a.         empat orang yang mendapat nikmat dari Allah swt.
b.         para pengganti yang mendapat petunjuk
c.         empat sahabat yang selalu membela Nabi.
d.        orang yang masuk Islam pada awal dakwah Nabi.

  1. Perhatikantabelberikut!
No.
Nama
1.
Zubair bin Awwam
2.
Ali bin Abi Thalib
3.
Utsman bin Affan
4.
Umar bin khaththab
5.
Abu Bakar ash-Shiddiq

Pada tabel di atas di antara sahabat Nabi Muhammad saw. yang termasuk Khulafaur Rasyidin adalah nomor ….
    1. 2, 3, 4 dan 5
    2. 1, 2, 4 dan 5
    3. 1, 3, 4 dan 5
    4. 1, 2, 3 dan 4

  1. Perhatikan tabel berikut !
No    Nama nabi palsu
1.         Tulaihah bin Khuwailid
2.         Khalid bin walid
3.         Muawiyah bin Abu Sofyan
4.         Aswad al-Ansi
5.         Umayyah bin Khalaf
6.         Musailamah al-Kazab
Pada tabel di atas yang disebut nama-nama nabi palsu pada masa khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq ditunjukan dengan angka ….
a.      1, 3 dan 4
b.      1, 2 dan 3
c.      1, 4 dan 6
d.     4, 5 dan 6

  1. Masa pemerintahan Khalifah Abu Bakar ash-Shiddiq hanya dua tahun, tetapi banyak meninggalkan jasa bagi bagi umat Islam, di antaranya adalah ….
    1. mencetak mata uang negara
    2. merenovasi Masjid Nabawi
    3. mendirikan Baitul Mal
    4. membangun armada angkatan laut

  1. Ketua panitia pengumpulan Al-Qur’an pada masa  khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq bernama  ….
    1. Zaid bin Haritsah
    2. Abdurrahman bin Auf
    3. Said bin Zaid
    4. Zaid bin Tsabit

  1. Masa jabatan Umar bin Khaththab sebagai khalifah selama … tahun.
    1. 18
    2. 15
    3. 12
    4. 10

  1. Tugas Baitul-Mal pada masa khalifah Umar bin Khaththab adalah …
    1. mengurusi keuangan
    2. mengurusi perpajakan
    3. menyampaikan berita dari pusat
    4. menyimpan kekayaan Negara

  1. Salah satu jasa khalifah Umar bin Khaththab adalah ….
    1. membagi wilayah Islam menjadi 20 provinsi.
    2. menumpas para pembangkang yang tidak membayar zakat.
    3. memindahkan ibu kota pemerintahan ke Kuffah.
    4. menetapkan kalender Hijriah.

  1. Khalifah Umar bin Khaththab wafat setelah dibunuh oleh budak Persia yang bernama ….
    1. Barak bin Abdullah at-Tamimi
    2. Amr bin Bakar
    3. Abu Lu’luah
    4. Abdurrahman bin Muljam
  2. Nabi Muhammad saw. memberi gelar kepada khalifah Umar bin Khaththab dengan nama ….
    1. Saifullah
    2. Al-Faruq
    3. Al-Amin
    4. Al-Imam

Esaian singkat!

1.        Khulafaur Rasyidin berasal dari kata.. dan artinya..
2.        Empat sahabat Nabi Muhammad yang termasuk Khulafaur Rasyidin adalah..
3.        Sebutkan salah satu prestasi pada masa Khalifah Abu Bakar as-Siddiq..
4.        Sebutkan salah satu prestasi pada masa Khalifah Umar bin KhattabKodifikasi al-Qur’an adalah ...
5.      prestasi yang dicapai pada masa Khalifah...

Kunci jawaban
1.      B
2.      A
3.      C
4.      C
5.      D
6.      D
7.      B
8.      D
9.      C
10.  B

1.      Khulafa: pengganti dan ar-Rasyidin: petunjuk; para pengganti yang mendapatkan petunjuk
2.      Abu Bakar as-Siddiq, Umar bi Khattab, Usman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib
3.      memerangi kaum murtad, kodifikasi al-Qur’an, dan perluasan wilayah Islam
4.      perluasan wilayah, menata administrasi dan keuangan pemerintah, dan kalender Hijriyah
5.      Abu Bakar as-Siddiq